pengembangan profesional

Bagaimanakah Ketrampilan Berkomunikasi??


         Keterampilan komunikasi adalah keterampilan utama yang harus dimiliki untuk mampu membina hubungan yang sehat dimana saja, di lingkungan sosial, sekolah, usaha dan perkantoran, di kebunatau dimana saja. Sebagian besar (kalau tidak semuanya) masalah yang timbul dalam kehidupan sosial adalah masalah komunikasi. Jika keterampilan komunikasi dimiliki maka akan sangat besar membantu meminimalisasi potensi konflik sekaligus membuka peluang sukses. Ingat, salah satu pintu rezeki adalah dari silaturahim (public relations) dan itu hanya dapat dicapai jika kita terampil dalam mengomunikasi sesuatu.
        Sebenarnya komunikasi tidak hanya berarti hubungan verbal, melainkan lebih dari itu. Komunikasi sesungguhnya terbagi menjadi Komunikasi Visual 66 %, artinya contoh perilaku dalam interaksi lebih dominan mempercepat terjadinya saling pengertian terhadap karakter lawan bicara. Selain itu,Komunikasi Vokal 25 %, yaitu kemampuan mengartikulasikan pikiran dan perasaan. Terkadang kesalahan dalam mengartikulasikan keinginan akan berdampak fatal terhadap komunikasi. Terakhir adalah Komunikasi Verbal 7 %,, yaitu keterampilan dalam memilih jenis kata dan menata jenis kalimat. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan masyarakat. Jika tidak dicermati akan membahayakan komunikasi.

Adapun cara-cara agar komunikasi berjalan nyaman ialah :
1.      Beri kesempatan pada lawan bicara untuk menyampaikan seluruh informasi yang ingin dia sampaikan
2.       Jangan mengungguli lawan bicara
3.       Tetapkan topik pembicaraan yang disukai oleh kedua belah pihak
4.       Gunakan humor agar pembicaraan tidak merasa membosankan
5.       Tunjukkan sikap antusias terhadap lawan bicara
6.       Berikan senyuman atau wajah ramah
7.       Perluas wawasan

Sifat komunikasi sendiri ada 2,yaitu :
Komunikasi Induksi
                Komunikasi Induksi adalah komunikasi yang mirip seperti perintah, namun dalam hal ini kita menggunakan strategi seperti akibat-sebab. Dalam Induksi kita menggunakan akibat-sebab, jadi kita membicarakan hal yang akan terjadi terlebih dahulu lalu kita meminta tolong pada orang yang ingin kita mintai pertolongan untuk melakukan hal yang ingin kita inginkan karena akibat yang telah kita jelaskan sebelumnya. Contoh : “Adik, karena Ayah sedang tidak enak badan, bisakah kamu tolong belikan Ayah obat di apotik”.

Komunikasi Deduksi
                Komunikasi Deduksi adalah komunikasi yang masih hamper sama dengan komunikasi Induksi, namun di sini kita menggunakan sebab-akibat yang merupakan kebalikan dari Induksi. Jadi kita meminta tolong pada seseorang terlebih dahulu lalu kita menjelaskan alasan mengapa kita ingin meminta tolong. Contoh : “Adik, tolong belikan Ibu beras di warung, karena Ibu sedang sibuk memasak di dapur”.

Jadi dapat disimpulkan, komunikasi adalah alat yang paling penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa komunikasi manusia tidak akan dapat memahami antara satu pihak dengan pihak yang lainnya.


READ MORE - pengembangan profesional